Tampilkan postingan dengan label Sejarah Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sejarah Perang dan Perjuangan Pangeran Diponegoro

Diposting oleh Unknown on Senin, 11 November 2013

Sejarah Perang dan Perjuangan Pangeran Diponegoro - Pangeran Dipanegara atau juga sering dieja dengan Diponegoro ,lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun. merupakan salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia-Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia yang pernah ada.

Riwayat perjuangan Diponegoro
Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Dipanegara di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Dipanegara yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Dipanegara menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Dipanegara menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Dipanegara membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Dipanegara di Goa Selarong.Perjuangan Pangeran Dipanegara ini didukung oleh S.I.S.K.S. Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawirodigdaya Bupati Gagatan.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Dipanegara. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Dipanegara. Sampai akhirnya Dipanegara ditangkap pada 1830.

Perang Diponegoro
Pertempuran terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infantri, kavaleri dan artileri —yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal— di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula sebaliknya. Jalur-jalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan berkencamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. Informasi mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi.

Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai “senjata” tak terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan usaha usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan sebagainya merupakan “musuh yang tak tampak” melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando pangeran Dipanegara. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.

Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu dimana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare), maupun metoda perang gerilya (geurilia warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan. ini bukan sebuah tribal war atau perang suku. Tapi suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktekkan. perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat syaraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan kegiatan telik sandi (spionase) dimana kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.

Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Dipanegara dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Dipanegara terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Dipanegara di Magelang. Di sana, Pangeran Dipanegara menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Dipanegara ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.

Perang melawan penjajah lalu dilanjutkan oleh para putera Pangeran Diponegoro. Pangeran Alip atau Ki Sodewo atau bagus Singlon, Diponingrat, diponegoro Anom, Pangeran Joned terus melakukan perlawanan walaupun harus berakhir tragis. Empat Putera Pangeran Diponegoro dibuang ke Ambon, sementara Pangeran Joned terbunuh dalam peperangan, begitu juga Ki Sodewo.

Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban dipihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Yogyakarta menyusut separuhnya. Mengingat bagi sebagian orang Kraton Yogyakarta Dipanegara dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Kraton, sampai kemudian Sri Sultan HB IX memberi amnesti bagi keturunan Dipanegara, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Dipanegara kala itu. Kini anak cucu Dipanegara dapat bebas masuk Kraton, terutama untuk mengurus Silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan diusir.

Asal-usul Dipanegara/Diponegoro
Dipanegara adalah putra sulung Hamengkubuwono III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama Mustahar dari seorang selir bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Dipanegara bernama kecil Raden Mas Antawirya (ꦲꦤ꧀ꦠꦮꦶꦂꦪ).

Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Dipanegara menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwono III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Dipanegara setidaknya menikah dengan 8 wanita dalam hidupnya, yaitu:
  • B.R.A. Retno Madubrongto puteri kedua Kyai Gedhe Dhadhapan;
  • R.A. Supadmi yang kemudian diberi nama R.A. Retnakusuma, putri Raden Tumenggung Natawijaya III, Bupati Panolan, Jipang;
  • R.A. Retnodewati seorang putri Kyai di wilayah Selatan Jogjakarta;
  • R.Ay. Citrowati, puteri Raden Tumenggung Ronggo Parwirosentiko dengan salah satu isteri selir;
  •  R.A. Maduretno, putri Raden Rangga Prawiradirjo III dengan Ratu Maduretno (putri HB II), jadi R.A Maduretno saudara seayah dengan Sentot Prawirodirjo, tetapi lain ibu;
  • R.Ay. Ratnaningsih putri Raden Tumenggung Sumoprawiro, bupati Jipang Kepadhangan;
  • R.A. Retnakumala putri Kyahi Guru Kasongan;
  • R.Ay. Ratnaningrum putri Pangeran Penengah atau Dipawiyana II.
Dipanegara lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Dipanegara menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danureja bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Dipanegara.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Diponegoro
2. http://andika-kerens.blogspot.com/2011/10/kisah-perjuangan-pangeran-diponegoro.html

Selengkapnya → Sejarah Perang dan Perjuangan Pangeran Diponegoro

Sejarah Penemuan dan Penemu Kamera Polaroid Di Dunia

Diposting oleh Unknown on Senin, 04 November 2013

Sejarah Penemuan dan Penemu Kamera Polaroid - Polaroid atau lebih dikenal dengan nama kamera langsung jadi merupakan sebuah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna yang dinamakan film polacolor.

Sejarah Kamera Polaroid Dan Penemunya
sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Dr. Edwin Land dari perusahaan Polaroid dan dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.

Polaroid film adalah film yang ditemukan oleh Edwin Land. Menghasilkan foto dalam waktu singkat (dalam beberapa menit saja), tetapi tidak mempunyai negatif.

Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944, sedangkan jepretan pertama di muka bumi ini (dengan kamera yang ada pada saat itu) dilakukan oleh Niceephore Niepce yang memotret gudang di halaman belakang rumahnya di Prancis pada tahun 1826.

Perkembangan zaman membawa kamera polaroid terpinggirkan dengan kehadiran kamera digital, dengan kemudahan pengoperasian hingga proses pencuci-cetak kan lebih mudah dan efisien. Keadaan kultural modernis millineum akhirnya memaksa Fuji Film Inc, salah satu pemasok film polaroid menutup produksi film ini, sehingga kamera polaroid dengan hasil foto yang lebih ‘vintage’ kini tinggal menjadi sebuah legenda seni fotografi. Kematian dunia fotografi polaroid tidak lantas membuat para penggila untuk kehilangan akal, karena dimata-batin mereka kamera ini tidak lekang zaman, sekali pun kertas film nya berubah tekstur warna.

Sumber : 
1. http://barihophotoworks.blogspot.com/2013/07/sejarah-penemuan-dan-penemu-kamera.html
Selengkapnya → Sejarah Penemuan dan Penemu Kamera Polaroid Di Dunia

Sejarah Awal Penemuan Lampu Lalu Lintas Jalan Di Dunia

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 12 Oktober 2013

Sejarah Awal Penemuan Lampu Lalu Lintas Jalan Di Dunia - Lampu lalu lintas merupakan sebuah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada dan meminimalisirkan kecelakaan yang mungkin terjadi.

Lampu lalu lintas
telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal; untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan.

Sejarah
Awal penemuan ini diawali ketika suatu hari ia melihat tabrakan antara mobil dan kereta kuda. Kemudian ia berpikir bagaimana cara menemukan suatu pengatur lalu lintas yang lebih aman dan efektif. Sebenarnya ketika itu telah ada sistem perngaturan lalu lintas dengan sinyal stop and go.

Sinyal lampu ini pernah digunakan di London pada tahun 1863. Namun, pada penggunaannya sinyal lampu ini tiba-tiba meledak, sehingga tidak dipergunakan lagi. Morgan juga merasa sinyal stop dan go memiliki kelemahan, yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak terjadi kecelakaan. Penemuan Morgan ini memiliki kontribusi yang cukup besar bagi pengaturan lalu lintas, ia menciptakan lampu lalu lintas berbentuk huruf T. Lampu ini terdiri dari tiga lampu, yaitu sinyal stop (ditandai dengan lampu merah), go (lampu hijau), posisi stop
(lampu kuning).

 Lampu kuning inilah yang memberikan interval waktu untuk mulai berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga memberi kesempatan untuk berhenti dan berjalan secara perlahan.

Perkembangan Lampu Lalu-Lintas

Pada 10 Desember 1868, lampu lalu lintas pertama dipasang di bagian luar Gedung Parlemen di Inggris oleh sarjana lalu lintas, J.P Knight. Lampu ini menyerupai penunjuk waktu (jam) dengan bentuk seperti semapur dan lampu merah dan hijau untuk malam hari. Lampu-lampu tersebut berasal dari tenaga gas.

Pada 2 Januari 1868, tiba-tiba lampu tersebut meledak dan melukai seorang polisi sehingga harus dioperasi.

Pada awal 1912 Lampu lalu lintas modern ditemukan di Amerika Serikat. Di Salt Lake City, seorang polisi, Utah, menemukan lampu lintas pertama yang dijalankan dengan tenaga listrik.

Pada 5 Agustus 1914, American Traffic Signal Company memasang sistem lampu sinyal di dua sudut jalan di Ohio. Lampu sinyal ini terdiri dari dua warna, merah dan hijau, dan sebuah bel listrik. Lampu ini di desain oleh James Hoge. Keberadaan bel di sini untuk memberi peringatan jika adanya perubahan nyala lampu. Lampu rancangan Hoge ini dapat dikontrol oleh polisi dan pemadam kebakaran jika ada dalam keadaan darurat.

Pada awal tahun 1920, lampu lalu lintas dengan tiga warna pertama dibuat oleh seorang petugas polisi, William Potts, di Detroit, Michigan.

Pada tahun 1923
, Garrett Morgan mematenkan alat sinyal lampu lalu lintas.

Tahun 1917, lampu lalu lintas pertama dijalankan saling berhubungan satu dengan yang lain. Interkoneksi antarlampu ini dijalankan pada enam persimpangan yang dikontrol secara bersamaan dengan tombol manual.

Lampu lalu lintas pertama yang dioperasikan secara otomatis diperkenalkan pada Maret 1922 di Houston, Texas.

Di Inggris, lampu lalu litas pertama dioperasikan di Wolverhampton pada tahun 1927.

Tujuan Adanya Lampu Lalu-Lintas
Menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan. Memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu lintas dapat terjamin. Mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan.

Warna Lampu Lalu-Lintas

Warna yang paling umum digunakan untuk lampu lalu lintas adalah merah, kuning, dan hijau. Merah menandakan berhenti atau sebuah tanda bahaya, kuning menandakan hati-hati, dan hijau menandakan boleh memulai berjalan dengan hati-hati. Biasanya, lampu warna merah mengandung beberapa corak berwarna jingga, dan lampu hijau mengandung beberapa warna biru. Ini dimaksukan agar orang-orang yang buta warna merah dan hijau dapat mengerti sinyal lampu yang menyala. Di Amerika Serikat, lampu lalu lintas memiliki pinggiran berwarna putih yang dapat menyala dalam kegelapan. Ini bertujuan agar orang yang mengidap buta warna dapat membedakan mana lampu kendaraan dan yang mana lampu lalu lintas dengan posisinya yang vertikal.

Pemilihan warna-warna tersebut pun tidak sembarangan .Warna-warna ini dipilih dengan berbagai alasan pertimbangan.

Warna Merah

Warna merah artinya larangan atau stop atau bahaya. Kenapa demikian ?
Warna merah identik dengan warna darah, sejak jaman dulu manusia sering berperang untuk memperebutkan sesuatu dan lain hal. Berperang berarti saling membunuh, saling melukai dan saling menumpahkan darah. Banyak para korban perang tersebut ada yang terluka bahkan ada yang tewas. Baik korban terluka maupun tewas pasti tubuhnya mengeluarkan darah. Kita ketahui bahwa semua manusia darahnya berwarna merah. Kalau manusia terluka pasti keluar darah dan terasa sakit. Dengan adanya perkembangan jaman ada suatu kelompok manusia yang anti peperangan, yang menyatakan bahwa perang itu membahayakan, maka disepakati dan dibuatlah aturan untuk tidak saling berperang, melukai dan saling membunuh sesama manusia karena sangat mem bahayakan. Dengan tahapan aturan tersebut, yaitu awas bisa melukai , awas bahaya, dilarang melukai , dilarang / bahaya. Sehingga sampai sekarang warna MERAH di jadikan symbol aturan yang membahayakan/LARANGAN. Mungkin larangan warna merah pertama adalah larangan bagi kaum laki-laki untuk menggauli istrinya yang sedang mainpouse/heid.

Warna Kuning

Warna Kuning artinya hati-hati atau waspada, pelan-pelan. Kenapa demikian ?
Warna Kuning identik dengan warna API, api memiliki sifat antara dua pilihan yaitu api kecil bisa di kendalikan, sedangkan api besar sulit dikendalikan dan bisa membahayakan. Aturan warna kuning memiliki resiko bisa aman dan bisa tidak aman/bahaya, begitu juga api, baik api kecil maupun api besar memiliki sifat panas, dan manusia akan selalu hati-hati dengan api. Jaman dulu di dalam peperangan manusia selalu menggunakan api, baik untuk senjata, sinyal komunikasi, symbol / panji-panji dan penerangan/obor .Dalam situasi berperang, prajurit selalu dituntut untuk waspada dan hati- hati terhadap gerakan musuhnya, apalagi di malam hari, mereka menggunakan api untuk segala sesuatunya, mereka akan mengamati pergerakan musuhnya dengan melihat api yang digunakan, sehingga bila ada gerakan api atau obor musuhnya mereka akan bersiap-siap dan waspada untuk menghadapi serangan musuhnya. Sehingga sampai sekarang warna kuning telah disepakati sebagai symbol aturan hati-hati / waspada / siap-siap.Warna kuning bisa juga diidentikan warna daun yang sudah tua / menguning yang sebentar lagi daun tersebut akan gugur / jatuh /mati.Warna kuning diartikan sebagai warna transisi / peralihan.

Warna Hijau
Warna Hijau artinya bebas / boleh berjalan atau diperbolehkan/ aman. Kenapa demikian ?
Warna hijau identik dengan warna alam, hutan yaitu terutama warna DAUN tumbuh-tumbuhan. Hampir semua warna daun tumbuh- tumbuhan memiliki warna hijau, meskipun sebagian kecil tumbuh-tumbuhan berwarna lain. Lantas kenapa warna hijau diidentikan dengan kebebasan ?,Banyak tumbuh-tumbuhan di dunia ini berbeda jenisnya, sifatnya, ragamnya, corak dan bentuknya, golonganya serta macam-macam yang lainnya. Tetapi hampir semua daunnya memiliki warna hijau, arti kata semua bebas untuk berwarna hijau, dan tak satupun ada yang melarangnya, baik dari tumbuh-tumbuhan itu sendiri dan yang berasal dari jenis yang berbeda. Jadi warna hijau memiliki arti suatu kebebasan. Warna hijau juga memiliki sifat sensitif terhadap penglihatan kita, memiliki warna yang menyegarkan mata terutama untuk terapi warna / warna refresh. Sehingga warna hijau tersebut sangat aman bagi mata kita. Dan akhirnya warna hijau disepakati sebagai symbol aturan kebebasan dan aman atau boleh dan diperbolehkan.

Mengapa lampu merah paling atas, hijau paling bawah, dan kuning di tengah???
Sinyal pengatur lalu lintas sesungguhnya sudah muncul sebelum orang mengenal mobil. Contohnya, sinyal yang terpasang di luar gedung Parlemen Inggris pada tahun 1868. Sinyal ini(dan beberapa variasi Amerika di masa itu) memiliki dua lengan semafor,seperti sinyal kereta api, yang bertindak sebagai penghalang fisik terhadap lalulintas yang akan melewatinya.

Perangkat versi Inggris dirancang untuk mengendalikan arus pejalan kaki, dan beberapa tambahan diperlukan agar dapat berfungsi pada malam hari. Cara paling mudah adalah mengambil contoh dari system yang telah digunakan untuk sinyal kereta api-lampu gas merah dan hijau akan member tanda kapan orang boleh lewat(hijau) atau harus berhenti(merah). Prototip Inggris ini tidak begitu sukses – lampunya terbakar tidak lama setelah diperkenalkan, menewaskan seorang polisi London.

Orang-orang memiliki perbedaan pendapat mengenai di mana sinyal lalu lintas modern pertama yang dirancang untuk mengendalikan lalu lintas kendaraan bermotor digunakan. Walaupun Salt Lake City dan St. Paul mengaku sebagai yang pertama, sinyal hijau-merah yang dipasang di Euclid Avenue di Cleveland, Ohio, pada tahun 1914 diakui secara umum sebagai yang pertama.

Walaupun warna-warni lampu lalu lintas secara sembarang ditiru dari sinyal kereta api, konfigurasi yang sekarang diterapkan secara konsisten demi pertimbangan keselamatan. Sampai tahun 1950-an, banyak lampu lalu lintas, terutama dipersimpangan perkotaan yang sibuk, dipasang horizontal, bukan vertical. Rancangan vertikal yang sekarang, dengan lampu merah paling atas dimaksudkan untuk memudahkan penderita buta warna. Menurut Eugene W.Robbins, ketua Texas Good Roads/Tranportation Association, merah dalam lalu lintas memiliki sedikit warna orange sedangkan hijau memiliki sedikit warna biru supaya lebih mudah lagi dibedakan oleh penderita buta warna.

Sistem Lampu Lalu-Lintas
Sistem pengendalian lampu lalu lintas dikatakan baik jika lampu-lampu lalu lintas yang terpasang dapat berjalan baik secara otomatis dan dapat menyesuaikan diri dengan kepadatan lalu lintas pada tiap-tiap jalur. Sistem ini disebut sebagai actuated controller. Namun, para akademisi Indonesia telah menemukan sistem baru untuk menjalankan lampu lalu lintas. Sistem ini dikenal sebagai Logika fuzzy. Metode logika fuzzy digunakan untuk menentukan lamanya waktu lampu lalu lintas menyala sesuai dengan volume kendaraan yang sedang mengantre pada sebuah persimpangan. Hasil pengujian sistem logika fuzzy ini menunjukkan bahwa sistem lampu dengan logika ini dapat menurunkan keterlambatan kendaraan sebesar 48,44% dan panjang antrean kendaraan sebesar 56,24%; jika dibandingkan dengan sistem lampu konvensional. Lampu lalu lintas pada umumnya dioperasikan dengan menggunakan tenaga listrik. Namun, saat ini sudah perkembangan teknologi lampu lalu lintas dengan tenaga matahari.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_lalu_lintas
2. http://infobergelora.blogspot.com/2013/02/sejarah-awal-penemuan-lampu-lalu-lintas.html
3. http://engineeringtown.com/kids/index.php/penemuan/240-sejarah-ditemukannya-lampu-lalu-lintas-
Selengkapnya → Sejarah Awal Penemuan Lampu Lalu Lintas Jalan Di Dunia

Sejarah Tokoh Superman (Kartun)

Diposting oleh Unknown on Kamis, 03 Oktober 2013

Sejarah Tokoh Superman (Kartun) - Superman merupakan tokoh fiksi pahlawan super yang paling terkenal dan berpengaruh dari penerbit komik DC Comics di Amerika Serikat. Superman secara luas telah dianggap sebagai ikon budaya yang melambangkan kekuatan budaya dan adikuasa Amerika Serikat didunia.

Diciptakan oleh seorang seniman Kanada, Joe Shuster, dan penulis Amerika Serikat Jerry Siegel pada tahun 1932 saat mereka masih remaja di Cleveland, Ohio dan kemudian menjualnya kepada Detective Comics, Inc. pada 1938. Superman pertama kali muncul dalam serial Action Comics ("Komik Aksi") edisi #1 di Amerika Serikat (30 Juni 1938) dan kemudian juga muncul di berbagai serial drama radio, acara televisi, film layar lebar, surat kabar, komik, novel, dan permainan video berbahasa Inggris. Dengan kesuksesan petualangannya, Superman membantu menciptakan ragam pahlawan super dan populernya buku-buku komik Amerika Serikat.

Karakter awal Superman

Ketika Jerry Siegel dan Joe Shuster pertama kali membuat Superman, bukanlah seorang pahlawan super yang selalu membantu manusia lain, tetapi seorang psikopat botak jenius dengan kekuatan telepati yang hendak menguasai seluruh dunia. Ia muncul pada cerita pendek yang berjudul "The Reign of the Super-Man" dari Science Fiction #3, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Siegel pada tahun 1933.[6] Karena tidak lakunya karakter ini, pada akhirnya "Superman Botak" itu pun kemudian ditulis ulang oleh Siegel ditahun 1933 sebagai seorang pahlawan, berbeda dari karakter jahat sebelumnya, mengambil model dari aktor Douglas Fairbanks Sr. dan alter egonya Clark Kent, dari aktor komedi Harold Lloyd.[7][8] Superman botak dan jahat kemudian menjadi seorang musuh utama Superman yang bernama Lex Luthor.

Logo S (didada superman)

Superman adalah karakter pahlawan super pertama yang memakai eblem atau sebuah logo di dadanya. Rancangan karakter aslinya tidak memakai emblem apapun, tetapi karena perkembangan zaman dan waktu, maka ditambahkanlah Tanda “S” tersebut. Bagi para penciptanya “S” juga bisa berasal singkatan dari “Shield” (tameng). Bentuk original Logo nya adalah contekan dari Lencana Polisi di Amerika, tetapi setelah superman menjadi terkenal, logo itu lebih dikenal dengan sebutan “The Knight Shield”.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Superman

Selengkapnya → Sejarah Tokoh Superman (Kartun)

Sejarah Tokoh Batman (Kartun)

Diposting oleh Unknown

Sejarah Tokoh Batman (Kartun) - Batman merupakan tokoh fiksi pahlawan super yang diciptakan oleh seniman Bob Kane dan penulis Bill Finger dan diterbitkan oleh penerbit DC Comics. Tokoh ini pertama muncul di Detective Comics #27 (Mei 1939). Ia juga dikenal dengan julukannya yang banyak diantaranya adalah sebagai "the Caped Crusader", "the Dark Knight", "the World's Greatest Detective", atau secara singkat "the Bat"; dalam kisah aslinya dan sangat banyak, identitas Batman adalah Bruce Wayne, seorang pengusaha kaya. Nama Bruce Wayne itu sendiri diambil dari nama tokoh historis yaitu Robert the Bruce dan "Mad" Anthony Wayne.

Batman menjadi karakter terkenal dengan cepat setelah perkenalan dan akhirnya mendapatkan judulnya sendiri, Batman. Setelah dasawarsa pemakaian judul tersebut, perbedaan karakter telah muncul. Akhir tahun 1960-an serial Batman di televisi karakter Batman diubah menjadi lebih estetis selama bertahun-tahun sampai ceritanya usai.

Banyak kreator-kreator menciptakan untuk mengembalikan karakter Batman kepada cerita awalnya yang suram dan gelap, puncaknya pada tahun 1986 mini series Batman: The Dark Knight Returns, di tulis oleh seniman Frank Miller dan kesuksesan sutradara Tim Burton Batman 1989 membantu menghidupkan kelamnya karakter Batman ini. Sebagai simbol kultur, Batman telah di daftarkan dan di adaptasikan ke dalam berbagai media, dari radio sampai televisi dan film, dan muncul di macam-macam merchandise yang dijual di 
seluruh dunia.

Sejarah karakter fiksional 
Cerita Batman telah mengalami bermacam-macam revisi, di aspek kecil maupun besar. Beberapa elemen dari tokoh kisah tersebut ada yang tidak berubah. Sarjana William Uricchio dan Roberta E. Pearson menulis pada awal tahun 90-an, "Tidak seperti tokoh-tokoh fiksional yang lainnya, Batman tidak memiliki catatan dalam periode tertentu, tetapi berada dalam sebuah text tetap di waktu yang sama tampil lebih dari 5 dekade."
 Cerita selalu berpusat pada keadaan kisah awal Batman. Sebagai anak kecil, Bruce Wayne takut dan trauma melihat kedua orang tuanya, Doctor Thomas Wayne dan istrinya Martha di bunuh oleh perampok di depan matanya. Ini yang membuatnya untuk membasmi kejahatan di kota Gotham sebagai Batman. Pada tahun berikutnya, 26 Juni menjadi tanggal berdirinya sosok Batman (Batman Confidential #14), tanggal tersebut adalah tanggal dimana pembunuhan itu terjadi dan Batman tiap tahun selalu mengunjungi tempat kejadian perkara kedua orang tuanya mati.

Pearson dan Uricchio juga menulis diluar kisah asli dan seperti pengenalan Robin, " Sampai sekarang, kisah yang pasti dan penambahan dan penyebab, membuatnya menjadi orang suci, sebuah upaya penambahan oleh para editor Batman seperti Dennis O'Neil yang memastikan konsisten dan kontinuitas antar cerita.
Penciptaan
Di awal tahun 1938, kesuksesan Superman di Action Comics membuat gerakan cepat para editor di the comic book division of National Publications (yang akan menjadi DC Comics) meminta superhero-superhero untuk dibuat judulnya. Dengan cepat, Bob Kane menciptakan "the Bat-Man". kolaborator Bill Finger mengingatkan Kane  

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Batman
2. http://ngebruk.wordpress.com/2011/07/21/tokoh-tokoh-super-hero-yang-berasal-dari-cerita-komik/

Selengkapnya → Sejarah Tokoh Batman (Kartun)