Tampilkan postingan dengan label Sejarah Perayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Perayaan. Tampilkan semua postingan

Sejarah SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara)

Diposting oleh Unknown on Rabu, 04 Desember 2013

Sejarah SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara) - Pesta Olahraga Asia Tenggara atau biasa disingkat dengan SEA Games merupakan ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara. Peraturan pertandingan di SEA Games di bawah naungan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (bahasa Inggris: Southeast Asian Games Federation) dengan pengawasan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Sejarah Bermulanya SEA GAMES :

Sejarah SEA Games Berawal Dari SEAP Games
Sejarah SEA Games pada mulanya berawal dari sebuah ajang olah raga bernama “Southeast Asian Peninsular Games” atau Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara yang disingkat dengan SEAP Games .

SEAP Games ini sendiri pertama kali dicetuskan idenya dengan tujuan untuk saling menjaga persatuan dan kesatuan antaraa negara-negara di Asia Tenggara. Ajang olahraga ini merupakan ide dari seorang wakil presiden pada Komite Olimpiade Thailand pada saat itu yang bernama Laung Sukhumnaipradit. Ide tersebut tercetus di bulan Mei tahun 1958 pada saat Asian Games ke-3 yang diadakan di negara Jepang, tepatnya di kota Tokyo.

Pada saat ajang Asia Games itulah para utusan dari beberapa negara di Semenanjung Asia Tenggara mengadakan sebuah pertemuan. Dan akhirnya pada pertemuan itulah kemudian mereka setuju untuk mengadakan sebuah pesta olahraga sendiri di kawasan Semenanjung Asia Tenggara. Dari ide itu, terbentuklah sebuah ajang olahraga yang dinamai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara (SEAP Games) yang akan diadakan 2 tahun sekali. Dan akhirnya diselenggarakanlah ajang Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara ini untuk pertama kalinya pada tahun 1959 di bulan Desember di kota Bangkok, Thailand.

SEAP Games pertama ini diikuti oleh beberapa negara seperti Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Laos, Malaysia, dan terakhir adalah Singapura. Negara-negara peserta SEAP Games ini memang adalah negara pelopor ajang olahraga ini. Singapura adalah negara terakhir yang menjadi anggota pada ajang ini.

Ajang olahraga ini diadakan dengan 12 cabang olahraga yang dilombakan. Selain SEAP Games pertama di Bangkok Thailand itu juga diikuti oleh lebih dari 500 atlit beserta seluruh panitia dari semua negara peserta.

Sejarah SEA Games Setelah SEAP Games

Sejak saat dibentuknya SEAP Games, pesta olahraga ini telah diselenggarakan sebanyak 8 kali. Dan pada saat diselenggarakannya SEAP Games ke-8 inilah para negara anggota mengadakan pertemuan untuk mempertimbangkan masuknya negara Filipina dan negara Indonesia sebagai anggota baru.

Dan akhirnya pada tahun 1977 disepakatilah kedua negara ini masuk menjadi anggota baru. Dan dengan masuknya negara Indonesia dan Filipina menjadi anggota secara resmi, lalu diputuskan pula untuk mengubah nama SEAP Games menjadi SEAGF atau “South East Asian Games Federation”. Dan pada akhirnya beberapa waktu kemudian SEAGF berganti nama lagi menjadi SEA Games atau South East Asian Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara)

Pada saat SEA Games ke-10 yang diadakan di kota Jakarta Indonesia, negara Brunei Darussalam secara resmi bergabung menjadi anggota baru. Dan pada akhirnya saat diselenggarakannya SEA Games yang ke-22 di kota Hanoi Vietnam, negara Timor Leste secara resmi juga bergabung sebagai anggota termuda SEA Games.

Sejarah SEA Games Masa Sekarang

Sejarah SEA Games cukup panjang, dengan beberapa kali mendapatkan anggota baru dan beberapa kali berganti nama. Pada saat ini peraturan pertandingan di SEA Games diatur oleh sebuah federasi yaitu South East Asian Games Federasion. Selain itu juga secara langsung diawasi oleh International Olympic Federation (IOC) dan juga Olympic Council of Asia (OCA).

Sampai dengan tahun 2011 Pesta Olahraga Asia Tenggara telah diadakan sebanyak 26 kali. Ajang SEA Games yang ke-25 yang diselenggarakan di kota Vientane, Laos merupakan pesta olahraga yang spesial. Ini karena pada ajang SEA Games tahun 2009 itu juga merupakan ulang tahun ke-50 dari ajang olahraga SEA Games sejak diadakan untuk pertama kalinya di Bangkok Thailand pada tahun 1959.

Dan sampai dengan saat ini pesta olahraga SEA Games yang terakhir kali diadakan di 2 kota di Indonesia, yaitu Jakarta dan Palembang pada tahun 2011. Sedangkan SEA Games untuk tahun 2013 akan diadakan di negara Myanmar di kota Naypyidaw, tahun 2015 di negara Singapura, tahun 2017 di negara Malaysia, dan tahun 2019 di negara Brunei Darussalam. Sejarah SEA Games yang panjang ini tentunya masih akan terus berkembang semakin maju dan semakin baik dari tahun ke tahun.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Asia_Tenggara
2. http://kumpulansejarah1001.blogspot.com/2012/12/sejarah-SEA-Games.html
SelengkapnyaSejarah SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara)

Sejarah Berdiri Perusahaan ASUS

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 16 November 2013

Sejarah Berdiri Perusahaan ASUS - Asustek Computer Inc. ditulis dengan gaya huruf kapital ASUS,merupakan sebuah perusahaan IT yang berbasis di Taiwan yang telah memproduksi komponen komputer seperti papan induk, kartu grafis, dan notebook. Asus belakangan ini mulai memproduksi PDA, Telepon genggam, monitor LCD, tablet dan produk komputer lainnya. Pesaing utamanya adalah termasuk MSI, dan Gigabyte.

Sejarahnya :
Di mulai pada 2 april 1990 yang di dirikan oleh TH Tung, Ted Hsu Wayne Hsieh dan MT Liao. Nama Asus sendiri di pilih dari nama kuda terbang dalam mithology yunani yaitu PEGASUS dan supaya menjadi yang teratas dalam tangga Alfabet.

ASUS memproduksi beragam produk IT mulai dari motherboard, kartu grafis , sound card, PDA, monitor, sistem pendingin komputer, laptop, LCD TV , Blu-ray hingga telepon seluler. ASUS menempatkan diri sebagai perusahaan penghasil produk berkualitas dengan layanan purna jual yg sangat baik . Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya berbagai pernghargaan baik dalam aspek desain, penjualan, laba dan kualitas produk.

 Jika anda coba cek komputer kita, kita tidak perlu heran, Jika komputer desktop kita, kebanyakan menggunakan motherboard ASUS, karena Sejak bulan Januari 2004- 2005 Asus telah mengirimkan 40 juta motherboard, yang mana hal ini berarti satu dari empat komputer desktop pada saat itu menggunakan motherboard ASUS. Tom's Hardware, salah satu situs tentang teknologi, mencatat bahwa ASUS merupakan pembuat motherboard terbesar selama 6 tahun berturut-turut

ASUS turut memproduksi beragam komponen untuk perusahaan lain seperti Dell, Falcon Northwest, Hewlett-Packard dan Apple. Perusahaan yang berpusat di distrik Beitou, Taipei, Taiwan tersebut juga sering menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk meningkatkan nilai merknya, seperti dengan lamborghini, samsung dan founder technology. Salah satu produk asus yang paling fenomenal adalah accelerator card PhysX yang dirilis pada september 2005 dan Eee PC netbook yang pada tahun 2008 sukses menjadi produk terbaik di asia versi forbes.

Bukti Ketangguhan ASUS :

Di luar angkasa
Notebook ASUS Tidak Mengalami Kerusakan Sedikitpun selama 600 hari Misi Luar Angkasa.
Dua notebook ASUS terpilih oleh R&K—pemasok utama komputer dan produk elektronik untuk misi penerbangan ke luar angkasa—untuk menyediakan bagi astronot komputasi terpercaya selama misi di Stasiun Luar Angkasa MIR. Kedua notebook sama sekali tidak mengalami kerusakan selama periode 600 hari. “Notebook – notebook ASUS tidak pernah mengalami kelebihan panas seperti beberapa notebook dari perusahaan lain,” kata Sergei Avdeev, astronot Rusia yang mengikuti misi luar angkasa. “Aliran panas di ruang angkasa dan di bumi sama sekali berbeda. Hanya notebook dengan solusi pembuangan panas terbaik yang dapat bertahan dalam pengoperasian terus menerus. Kami menyalakan notebook di pagi hari dan membiarkannya terus menyala sepanjang hari tanpa masalah.“

Di Udara
Notebook ASUS Membantu Unit Helikopter Penyelamat NRMA CareFlight Menyelamatkan Banyak Jiwa.
NRMA CareFlight, sebuah unit helikopter penyelamat dan medis darurat yang melayani masyarakat New South Wales di Australia, menggunakan notebook ASUS dalam berbagai sektor layanan mereka, termasuk penerbangan, perawatan medis dan administrasi. Notebook ASUS memainkan peranan yang cukup penting dalam program CareFlight yang bertujuan meningkatkan rasio kelangsungan hidup dalam kecelakaan dengan trauma kepala yang cukup parah. Dengan bantuan komputasi mobile, CareFlight dapat mengantarkan tim medis ke lokasi lebih cepat daripada ambulans lokal, dan program baru ini diharapkan dapat mengurangi kematian akibat cedera kepala hingga 33%. “Seluruh pilot kami telah begitu terkesan dengan laptop ASUS M5 dan terkagum – kagum dengan kemampuannya untuk menahan vibrasi dalam pesawat,” kata Mark Lees, Manajer Hubungan Masyarakat CareFlight. “Kini kami siap menginstall laptop ASUS M5 di seluruh pesawat kami dan menghubungkan mereka ke komputer navigasi kami di darat.”

Di Daratan
Notebook ASUS Beroperasi dengan Sempurna Selama Balapan Mobil Off-Road yang Melelahkan. Notebook ASUS terpilih untuk melakukan tugas – tugas kritis selama balapan PATAGONIA 2000, yang memaksa komputer digunakan pada gurun yang begitu gersang dan pegunungan berselimut salju. Salah satu tugas kunci mengharuskan notebook berfungsi sebagai perangkat navigasi, yang melampaui fungsionalitas dan kemampuan GPS satelit terintegrasi mereka dalam menampilkan peta dinamis. Notebook juga harus berfungsi sebagai pusat komunikasi, baik komunikasi e-mail maupun konferensi video dua arah. “Tak perlu dikatakan lagi, komputer ASUS mampu bertahan dalam kondisi berat dalam perjalanan ini dengan baik, tanpa cacat sedikitpun,” kata Aviv Shweky, pengelola balapan.

Di Puncak Tertinggi Dunia
Kondisi yang keras di puncak gunung tertinggi di dunia dapat mengganggu notebook lain, namun tidak bagi ASUS. Sebagian dari notebook ASUS—termasuk U5, S6 (baik edisi kulit maupun bambu), W7 dan U1—terpilih untuk menemani tim pendaki gunung dalam sebuah ekspedisi untuk mencapai puncak Gunung Everest, yang dikenal penduduk lokal sebagai Puncak Qomolangma. Ketika mencapai markas utama pada ketinggian 5000m, hanya notebook ASUS yang tetap beroperasi. Notebook lainnya gagal untuk menyala karena rendahnya suhu yang begitu ekstrem. ASUS U5 bahkan mampu bertahan hingga mencapai Puncak Qomolangma pada ketinggian 8.848,43m yang mengejutkan, berkat pemimpin ekspedisi Kapten Wang Yongfong yang membawa notebook U5 bersamanya sebagai penghormatan pada teknologi ramah lingkungan—menjadikan notebook ASUS yang pertama di dunia untuk mencapai puncak Gunung Everest.

Di Ujung Dunia
Notebook ASUS telah terbukti pada situasi berbeda untuk berfungsi dengan sempurna pada suhu sangat dingin di Kutub Utara dan Selatan. Peristiwa paling berkesan pada ekspedisi ini terjadi pada 16 Desember 2003, ketika pendaki gunung tersohor Shi Wang dan Jian Liu memulai perjalanan mereka untuk mencapai puncak Gunung Vinson, puncak tertinggi di Antartika pada ketinggian 16.000 kaki dan suhu begitu dinginnya hingga kurang dari -100°F. Wang dan Liu masing – masing membawa serta notebook ASUS S200N untuk merekam dan berbagi pengalaman mereka selama ekspedisi. S200N memenuhi kebutuhan mereka dengan sempurna: ia begitu ringan dan kompak, memiliki kapasitas hard disk yang besar dan mampu menangani kerasnya medan pegunungan. “Mereka bekerja tanpa cacat di bawah kondisi ekstrim dan cuaca yang begitu berat. Sangat menyenangkan memiliki notebook yang dapat saya andalkan dalam situasi di mana kegagalan fungsi tidak dapat ditoleransi,” kata Wang..

Pada tahun 2008, Asus dipecah menjadi tiga perusahaan yaitu ASUSTek, Pegatron (berbau pegasus) dan Unihan (berbau unicorn/kuda bertanduk) , ketiganya menjalankan fungsi yang berbeda.Dimana Pegatron fokus untuk memproduksi laptop, PC, game console, handled devices, hingga LCD sedangkan Unihan lebih fokus pada produk video-audio.

Inovasi adalah kunci utama kesuksesan ASUS. Setelah meluncurkan PadFone ke khalayak umum pada acara Computex 2011, tahun ini ASUS Chairman Jonney Shih sekali lagi mencuatkan perangkat mobile TAICHI dan Transformer Book dual-purpose.

ASUS TAICHI merupakan Ultrabook dengan display dua sisi yang dapat berperan sebagai tablet saat sedang dalam keadaan tertutup. Transformer Book adalah tablet yang dapat dimasukkan ke docking keyboard dan bertransformasi menjadi Ultrabook.

Hadirnya Tablet 810 dengan Windows 8 dan Tablet 600 dengan Windows RT, ASUS memiliki jajaran produk yang akan melampaui imajinasi para pengguna untuk memasuki era baru komputasi awan.

Pada akhir tahun 2013 ini Asus kembali menelurkan salah satu produk Tablet yang di beri nama ASUS Fonepad. Review dan spesifikasi tentang Asus fonepad bisa kamu baca pada artikel ASUS Fonepad tablet 7 inci dengan fungsi telepon

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Asus
2. http://rrim.wordpress.com/2012/10/30/sejarah-berdirinya-perusahaan-asus/
3. http://digar4602.blogspot.com/2012/04/sejarah-berdirinya-asus.html
4. http://kang-iyon.blogspot.com/2013/11/sejarah-asus.html
SelengkapnyaSejarah Berdiri Perusahaan ASUS

Sejarah Asal Tari Piring Minangkabau

Diposting oleh Unknown on Selasa, 10 September 2013

Sejarah Asal Tari Piring Minangkabau - Tari Piring atau didalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang merupakan salah satu seni tari tradisonal di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan, dan tarian ini merupakan sebuah salah satu tarian dari nusantara yang sudah terkenal ke mancanegara.

Tari Piring dikatakan tercipta daripada ''wanita-wanita cantik yang berpakaian indah,serta berjalan dengan lemah lembut penuh kesopanan dan ketertiban ketika membawa piring berisi makanan yang lezat untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa sebagai sajian. Wanita-wanita ini akan menari sambil berjalan, dan dalam masa yang sama menunjukan kecakapan mereka membawa piring yang berisi makanan tersebut". Kedatangan Islam telah membawa perubahan kepada kepercayaan dan konsep tarian ini. Tari Piring tidak lagi dipersembahkan kepada dewa-dewa, tetapi untuk majlis-majlis keramaian yang dihadiri bersama oleh raja-raja atau pembesar negeri.

Mengenai waktu kemunculan pertama kali Tari Piring ini belum diketahui pasti, tapi dipercaya bahwa Tari Piring telah ada di kepulaian melayu sejak lebih dari 800 tahun yang lalu. Tari Piring juga dipercaya telah ada di Sumatra barat dan berkembang hingga pada zaman Sri Wijaya. Setelah kemunculan Majapahit pada abad ke 16 yang menjatuhkan Sri Wijaya, telah mendorong Tari Piring berkembang ke negeri-negeri melayu yang lain bersamaan dengan pelarian orang-orang sri wijaya saat itu.

Pada mulanya, Tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi Tari Piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.

Di Malaysia , tarian piring dipersembahkan ketika majelis perkawinan terutama bagi keluarga berada, bangsawan dan hartawan di sebuah kampung. Tarian ini biasa dilihat di kawasan Seremban, Kuala Pilah dan Rembau oleh kumpulan tertentu. Ada yang dipersembahkan dengan pakaian lengkap dan pakaian tarian tidak lengkap. Sedikit bayaran akan dikenakan jika menjemput kumpulan tarian ini mempersembahkan tarian piring. 10 - 20 menit diperuntukkan untuk persembahan tarian ini.

Tarian piring dan silat dipersembahkan di hadapan mempelai di luar rumah. Majelis perkawinan atau sesuatu apa-apa majlis akan lebih meriah jika diadakan tarian piring. Namun begitu, segelintir masyarakat tidak dapat menerima kehadiran kumpulan tarian kerana dianggap ada percampuran lelaki dan perempuan. Bagi mengatasi masalah itu, kumpulan tarian disertai hanya gadis-gadis sahaja.
Kira-kira 8 (delapan) abad yang lalu, Tari Piring telah ada di wilayah kehulauan Melayu. Tari Piring identik dengan Sumatera Barat. Hingga masa kerajaan Sri Vilaya, eksistensinya masih ada bahkan semakin mentradisi. Pada saat masa-masa kejayaan kerajaan Majapahitlah, tepatnya abad ke-16, kerajaan Sri Vijaya dipaksa jatuh.

Namun demikian, Tari Piring tidak lantas ikut lenyap. Bahkan, Tari Piring mengalami perkembangan ke wilayah-wilayah Melayu lain seiring hengkangnya pengagum setia Sri Vijaya. Bergantinya pelaku peradaban memaksa adanya perubahan konsep, orientasi dan nilai pada Tari Piring.

Pada awalnya Tari Piring diperuntukkan buat sesembahan para dewa, dibarengi dengan penyediaan sesaji dalam bentuk makanan yang lezat-lezat. Tarian ini dibawakan oleh beberapa perempuan yang dengan penampilan khusus, berbusana indah, sopan, tertib, dan lemah lembut.

Dalam perjalanannya, orientasi atau tujuan sesembahan Tari Piring bergeser drastis. Ketika Islam datang, orientasi penyajian tidak lagi tertuju pada para dewa, namun dipersembahkan kepada para raja dan pejabat, khususnya saat ada pertemuan atau forum khusus dan istimewa lainnya. Selain itu, Tari Piring juga semakin populer dan tidak hanya dikonsumsi oleh kalangan elit tertentu.

Tidak cukup sampai disitu, perubahan orientasi terus dilakukan. Arti dan makna Tari Piring diartikan secara agak luas. Dalam konteks ini, raja tidak harus kepala negara atau pemimpin kekusaan politik pada rakyatnya, tapi bisa dianalogikan dengan sepasang pengantin. Sang pengantin adalah raja, yaitu “raja sehari”. Karena itulah tradisi Tari Piring kerap dipersembahkan dihadapan “raja sehari” (pengantin) saat bersanding dipelaminan dalam acara walimatul ‘arsy.

Sumber :
1. http://www.kumpulansejarah.com/2012/11/sejarah-asal-usul-tari-piring.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Piring
3. http://www.websejarah.com/2012/11/sejarah-asal-tari-piring-minangkabau.html

SelengkapnyaSejarah Asal Tari Piring Minangkabau

Sejarah Awal Adanya Suku Aborigin di Australia

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 07 September 2013

Sejarah Awal Adanya Suku Aborigin di Australia - Manusia menghuni Australia sudah sejak lama sekali. Penghuni asli Australia disebut orang Aborijin. Dalam bahasa Latin kata 'aborigine' mempunyai arti 'dari awal mula'.

Suku Aborigin dan Torres Strait Islander adalah suku Pribumi Australia. Mereka sudah tinggal dan memlihara tanah air Australia selama hampir 60.000 tahun dengan menggunakan sistem pemerintahan dan hukum mereka sendiri. Konon, mereka menetap di benua terkecil itu selama ribuan tahun yang lalu. Tapi kemudian mereka tergeser oleh bangsa pendatang yang lebih “cerdas” berkulit putih dari Eropa.

Suku Aborigin sendiri terbagi atas banyak kelompok menurut wilayah yang mereka tinggali, diantaranya adalah Aborigin Bama di wilayah Queensland, Aborigin Koori di wilayah New south Wales dan Victoria, Aborigin Murri di wilayah Queensland selatan, Aborigin Noongar di wilayah selatan bagian Australia barat, Aborigin Nunga di wilayah Australia selatan, Aborigin Anangu di wilayah dekat perbatasan Australia selatan dan barat, serta Aborigin Palawah yang tinggal di pulau Tasmania. Komunitas Aborigin terbanyak ialah Aborigin Anangu yang memiliki populasi 32,5% dari seluruh orang Aborigin di Australia, namun jika dihitung keseluruhan dengan penduduk Australia suku Aborigin hanya berjumlah 517.000 jiwa dan jika di persentasi hanya 2,3%.

Sempat terjadi diskriminasi dari orang-orang Eropa terhadap suku Aborogin, bahkan suku Aborigin kerapkali dianggap sebagai Fauna/hewan, namun diskriminasi tersebut saat ini berangsur-angur melunak, dan salah satu strategi politik untuk permasalahan Aborigin adalah dengan proses Asimilasi antara orang kulit putih dan kulit hitam Suku Aborigin. Perkimpoian campur ini banyak membuat anak-anak mereka menjadi tidak lagi berkulit hitam, bahkan untuk generasi-generasi berikutnya semakin putih sama dengan orang Eropa. 

Kesenian dan ‘Dreamtime’

Satu kepercayaan bagi semua orang Aborigin adalah ‘Dreamtine’ (masa mimpi) atau ‘Dreaming’. Dreamtime ini adalah terjemahan konsep Aborigin yang kira-kira betul, karena tidak ada kata tepat dalam bahasa Inggris, atau bahasa lain. Setiap suku Aborigin ada kata sendiri untuk konsep Dreamtime, misalnya Tjukurpa untuk orang Pitjantjatjara, Aldjerinya untuk orang Arrente, dan Nguthuna untuk orang Adnyamathanha .

Kata Dreaming tersebut diterima secara umum oleh orang Aborigin, karena sering ada wahyu atau petunjuk baik diberikan lewat mimpi. Dreaming bermaksud semua hal yang diketahui dan dimengerti . Konsep ini adalah cara yang dipakai orang Aborigin untuk menjelaskan hidupnya, dan bagaimana dunia dilahirkan. Memang Dreaming adalah pusat untuk kehidupan, kebudayaan dan kesenian orang Aborigin karena konsep itu menentukan kepercayaan, dan hubungannya dengan semua ciri-ciri dunia.

Dreaming sering dijelaskan sebagai suatu masa, tetapi konsep waktu Eropa sebagai unit masa dulu kurang tepat untuk Dreaming. Dreaming bukan masa dahulu, tetapi sesuatu yang terus-menerus, dari mana orang berasal, di mana orang dibarukan, dan ke mana orang dikembalikan. Oleh karena itu, kesenian adalah suatu cara yang digunakan orang Aborigin untuk berkomunikasi dan memelihara kesatuan dengan Dreaming. Ketika orang mempertunjukkan sifat-sifat nenekmoyang Dreamingnya melalui tarian, musik dan lukisan serta ketika mereka memelihara tempat suci, jiwa nenekmoyangnya diperbarui dan dihormati.

Kesenian dalam Masyarakat Aborigin Australia

Konsep kesenian bagi masyarakat tradisional Aborigin jauh berbeda dari konsep kesenian masyarakat Eropa. Dalam masyarakat Aborigin, aktivitas seperti tarian, nyanyian, gambaran pasir, membuat perabot atau menenun keranjang tidak dianggap sebagai aktivitas berbeda seperti ‘Art and Design’ di Eropa. Semua aktivitas tersebut adalah bagian Dreaming dan kehidupan sehari-hari. Lagi pula, tidak ada konsepsi orang ahli kesenian dan seniman, karena semua orang adalah seniman.

Orang Aborigin secara tradisional mengunakan bahan alami yang tersedia untuk keseniannya. Di seluruh Australia, lukisan tanah dan gua serta lukisan badan dan dekorasi sangat penting dan memakai bermacam-macam cara dan gaya. Tarian dan musik juga penting sekali bagi masyarakat Aborigin sebagai ekspresi kesenian, dan juga dipengaruhi lingkungan alami.

Masa kini, komunitas-komunitas Aborigin di seluruh Australia masih membuat lukisan serta menari dan main musik secara tradisional. Walalupun demikian, makin lama makin banyak kesenian Aborigin dipengaruhi teknik modern. Misalnya, cat akrilik dan kertas (bukan kulit kayu) digunakan untuk lukisan, dan tarian bisa dimainkan tidak hanya untuk tuntunan atau tontonan khusus Aborigin, tetapi juga untuk ditonton para wisatawan.

 Ritual Adat Suku Aborigin Australia

Tanggal 26 Januari adalah hari yang istimewa bagi negara Australia. Hari yang disebut 'Australia Day' ini adalah hari perayaan nasional. Tradisi perayaan ini dimulai pada awal abad ke 19 yaitu untuk memperingati First Landing Day atau Foundation Day. Ini adalah hari peringatan berlabuhnya kapal yang dikomandani oleh Captain Arthur Phillips di Sydney Cove pada 1788.

upacara Woggan-ma-gule

Woggan-ma-gule memiliki arti adalah pertemuan air. Pada Darug Bangsa dan tanah dari Gadigal dan marga tetangga: Dharawal, Yuin, Gurik, Wonaroo dan Awabakal, Upacara Morning Woggan-ma-gule terus mempertahankan tradisi kuno kustodian Upacara. Upacara dilakukan pada kedua pertemuan kontemporer dan tradisional, dalam Woggan-ma-gule, kami terus peringatan masa lalu dan perayaan masa depan.
Pada jaman dulu, penciptaan roh leluhur yang dipuja dan dihormati sebagai penjaga yang aman dari tanah kami. Melalui ritual sekering lagu & tarian tradisional dan musik kontemporer, kita terbangun, membersihkan dan menghormati roh penduduk masa lalu. Setelah terhormat, mereka terus melindungi & menjaga tanah.
Woggan-ma-gule berlangsung di Sydney's Royal Botanic Gardens, menghadap Farm Cove. Daerah ini dianggap sebagai pertemuan penting dan situs seremonial kepada orang-orang Gadigal yang pernah tinggal di sekitar pelabuhan.

Upacara yang sangat sakral yang pada awalnya hanya dipertunjukan dalam kelompok aborigin saja, tetapi dengan perkembangan zaman, australia menjadikan Upacara Woggan-ma-gule menjadi salah satu objek wisata yang menarik.

Upacara Tiwi (Budaya Suku Aborigin di Australia)

Upacara memainkan peran penting dalam budaya Tiwi. Upacara tradisional masing-masing memiliki bentuk sendiri, yang bisa bervariasi tergantung pada keadaan, dan ini ditransmisikan secara lisan. upacara kini mencerminkan tradisi, sementara memperhitungkan keadaan modern. Ada dua peristiwa seremonial utama yang dilakukan:

Kulama (ketela), upacara, dan
kamar mayat atau upacara Pukumani (Pukamani kadang-kadang dieja).

Upacara Kulama terjadi menjelang akhir musim hujan. Ini adalah perayaan kehidupan dan melibatkan tiga hari tiga malam lukisan tubuh ritual, menyanyi dan menari lengkap dengan makan ubi rambat menurut kebiasaan ritual. lingkaran konsentris sering muncul sebagai elemen utama dari pola Tiwi kontemporer, mewakili lingkaran Kulama atau tanah menari seremonial. Upacara Pukumani adalah upacara pemakaman rakyat Tiwi dan termasuk menyanyi, menari dan pembuatan tiang diukir khusus yang disebut tutini serta tungas dan band lengan. Ini tiang besar yang dibuat dari batang pohon kayu ulin dan yang diukir dan dihiasi untuk merayakan kehidupan orang yang meninggal dan perjalanan rohani.

Kutub Lukisan pukumani
Pukumani – Upacara Mortuary
Kinerja dari upacara ini memastikan bahwa roh orang mati pergi dari dunia hidup ke dunia roh. The Pukumani adalah sebuah upacara publik dan menyediakan sebuah forum untuk ekspresi artistik melalui lagu, tari, patung dan lukisan tubuh. Upacara ini terjadi kira-kira enam bulan setelah almarhum telah dimakamkan. Para Tiwi percaya bahwa keberadaan orang mati di dunia hidup tidak selesai sampai selesainya upacara. The Pukumani akhir adalah klimaks dari serangkaian upacara yang tradisional berlanjut selama berbulan-bulan setelah penguburan orang mati.

Biasanya ada satu Iliana (upacara kecil) pada saat kematian dan kemudian beberapa bulan kemudian Pukumani akhir. Upacara berpuncak pada pendirian monumental Pukumani tiang berukir dan dihiasi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan dan hadiah mengesankan untuk menenangkan roh orang mati.

Tiang ini ditempatkan di sekitar lokasi pemakaman selama upacara. Mereka melambangkan status dan prestise dari almarhum. Peserta dalam upacara tersebut dicat dengan ochres alam dalam desain yang berbeda, mengubah penari dan memberikan perlindungan terhadap pengakuan oleh semangat almarhum.

Kutub Pukumani
diambil pada 1950-an
Mereka peserta berkaitan erat dengan memakai ban lengan dihiasi almarhum (pamajini) selama pertunjukan. Pamajini adalah tenunan dari daun kelapa pandan atau sekrup dan dihiasi dengan ochres alam dan bulu dari kakatua putih. Asosiasi kakatua putih dengan upacara Pukumani melampaui penggunaan bulu untuk ikat kepala dan ban lengan. Hal ini diyakini untuk menjaga mata sentinel pada roh yang bandel hilang pada rute ke pulau orang mati.

Selama upacara serangkaian tarian (YOI) dilakukan, beberapa adalah totem dan beberapa melayani untuk bertindak keluar cerita tentang lagu-lagu baru tenang. Selain pertunjukan ini kreatif dan ilustrasi ada yang kerabat tertentu – seperti ayah, ibu, saudara dan janda – harus tari. Ketika semua disimpulkan dan catatan ratapan terakhir amburu (lagu kematian) telah meninggal dunia, kubur adalah kosong dan tiang pemakaman diizinkan untuk membusuk.

Sumber : 
1. http://www.kaskus.co.id/thread/51d7753c611243734e000005/mengenal-suku-aborigin-australia




SelengkapnyaSejarah Awal Adanya Suku Aborigin di Australia

Sejarah Awal Tercipta Tari Barong Bali

Diposting oleh Unknown on Jumat, 06 September 2013

Sejarah Awal Tercipta Tari Barong Bali - Barong Bali merupakan salah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Masyarakat Bali yakin bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang beristana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana.

Tarian ini merupakan peninggalan kebudayaan Pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis. Diduga kata barong berasal dari kata bahrwang atau diartikan beruang, seekor binatang mythology yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai pelindung. Tetapi di Bali pada kenyataannya Barong tidak hanya di wujudkan dalam binatang berkaki empat akan tetapi ada pula yang berkaki dua. Topeng Barong dibuat dari kayu yang diambil dari tempat-tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu Bali. Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali dengan demonstrasi pertunjukan yang diiringi dengan gamelan yang berbeda-beda seperti gamelan Gong Kebyar, 
gamelan Babarongan, dan gamelan Batel.

Jenis Barong Bali

Barong Ket atau Barong Keket
adalah barong yang sosoknya menjulang tinggi. Sosoknya menyerupai manusia dengan tinggi dua kali tingga badan orang dewasa. Sosok laki-laki dinamakan Jero Gede, sedangkan pasangannya disebut Jero Luh. Konon, barong jenis dibuat untuk mengelabui mahluk-mahluk halus yang menebar bencana. Barong Ket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan. Barong ini juga memiliki pebendaharaan gerak tari yang paling lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket merupakan perpaduan bentuk antara singa, macan,sapi dan naga. Badan Barong Ket dihiasi dengan kulit berukiran rumit dan ratusan kaca cermin berukuran kecil. Kaca-kaca cermin itu bagai permata dan tampak berkilauan ketika tertimpa cahaya. Bulu Barong Ket terbuat dari kombinasi perasok (serat daun tanaman sejenis pandan) dan ijuk. Ada pula yang mengganti ijuk dengan bulu burung gagak. Barong Ket ditarikan oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Bapang pertama menarikan bagian kepala, Juru Bapang yang lainnya di bagian ekor. Biasanya Barong Ket ditarikan berpasangan dengan Rangda, yaitu sosok seram yang melambangkan adharma (keburukan). Barong Ket sendiri dalam tarian tersebut melambangkan dharma (kebajikan). Pasangan Barong Ket dan Rangda melambangkan pertempuran abadi andara dua hal yang berlawanan (rwa bhineda) di semesta raya ini. Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan.
 
Barong Bangkal
adalah barong yang menyerupai babi dewasa. Di Bali, babi dewasa jantan dinamakan bangkal, sedangkan yang betina dinamakan bangkung. Itu sebabnya barong jenis ini disebut juga dengan Barong Bangkung. Biasanya Barong Bangkal dipentaskan dengan cara ngelelawang atau menari dari pintu ke pintu berkeliling desa pada saat perayaan hari raya Galungan-Kuningan. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari dengan iringan gamelan batel/tetamburan.
 
Barong Landung
Barong Landung ditarikan oleh seorang. Ada sebuah lubang di bagian perut barong sebagai celah pandangan sang penari. Di beberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang tak hanya sepasang. Barong-barong tersebut diberi peran seperti Mantri (raja), Galuh (permaisuri), Limbur (dayang) dan sebagainya. Musik pengiring tarian Barong Landung adalah gamelan Batel. Melihat Barong Landung, kamu mungkin teringat dengan Ondel-ondel. Ya, barong ini sangat mirip dengan tarian khas Betawi itu.
 
Barong Macan
Seperti namanya, barong ini menyerupai seekor Macan. Jenis barong ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Bali. Pementasan barong ini sama dengan barong bangkal, yakni ngelawang berkeliling desa. Adakalanya pementasan barong ini dilengkapi dengan dramatari semacam Arja (opera tradisional Bali). Barong macan ditarikan oleh dua penari dengan iringan musik gamelan batel.
 
Barong Kedingling
Barong Kedingkling disebut juga Barong Blasblasan. Ada juga yang menyebutnya barong Nong nong Kling. Secara bentuk, barong jenis ini berbeda jauh dengan barong jenis lainnya. Barung ini lebih menyerupai kostum topeng yang masing-masing karakter ditarikan oleh seorang penari. Tokoh-tokoh dalam barong Kedingkling persis dengan tokoh-tokoh dalam Wayang Wong. Saat menari, cerita yang dibawakannya pun adalah lakon cuplikan dari cerita Ramayana terutama pada adegan perangnya. Pementasan barong kedingkling ini biasanya dilakukan dengan ngelawang dar rumah- ke rumah berkeliling desa pada perayaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Pertunjukan Barong Kedingkling diiringi dengan gamelan batel atau babonangan (gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong). Barong Kedingkling banyak terdapat di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung.
 
Barong Gajah
Barong Gajah tentu saja menyerupai Gajah. Barong ini ditarikan oleh dua orang. Karena barong ini termasuk jenis yang langka dan dikeramatkan, masyarakat Bali pun jarang menjumpai barong jenis ini. Sekali waktu, pada saat-saat khusus, barong ini dipentaskannya secara ngelewang dari pintu ke pintu berkeliling desa dengan iringan gamelan batel atau tetamburan. Barong Gajah terdapat di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli.
 
Barong Asu
Barong Asu menyerupai Anjing. Sama seperti Barong Gajah, Barong Asu juga termasuk jenis barong yang langka. Barong ini hanya terdapat di beberapa desa di daerah Tabanan dan Badung. Biasanya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) pada hari-hari tertentu dengan iringan gamelan batel atau tetamburan atau Balaganjur.
 
Barong Brutuk
Kamu termasuk orang yang beruntung jika sempat menyaksikan pementasan barong ini. Barong Brutuk termasuk jenis tarian langka yang ditarikan hanya pada saat-saat khsusus. Barong ini memiliki bentuk yang lebih primitive dibandingkan dengan jenis barong Bali yang lain. Topeng barong ini terbuat dari batok kelapa dan kostumnya terbuat dari keraras atau daun pisang yang sudah kering. Barong ini melambangkan makhluk-makhluk suci (para pengiring Ida Ratu Pancering Jagat) yang berstana di Pura Pancering Jagat, Trunyan. Penarinya adalah remaja yang telah disucikan, yang masing-masing membawa cambuk yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura. Barong yang ditarikan dengan iringan gamelan Balaganjur atau Babonangan ini hanya terdapat di daerah Trunyan-Kintamani, Bangli.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Barong_Bali
2. http://www.websejarah.com/2013/01/sejarah-awal-tercipta-tari-barong-bali.html

SelengkapnyaSejarah Awal Tercipta Tari Barong Bali

Sejarah Mengapa Umat Agama Kristen Beribadah Pada Hari Minggu

Diposting oleh Unknown on Minggu, 01 September 2013

Sejarah Mengapa Umat Agama Kristen Beribadah Pada Hari Minggu - Apakah ada hari "terbaik" yang dapat digunakan untuk beribadah? Pertanyaan ini sering muncul ketika umat Muslim mempertanyakan, " Mengapa orang Kristen ke gereja hari Minggu? Di Injil tidak ada perintah untuk sembahyang pada hari Minggu! ". Sehingg aMengapa orang Kristen ke gereja hari Minggu itu yang menjadi tanda tanya besar?

Sesungguhnya setiap hari baik sebagai hari ibadah. Allah tidak pernah meninggikan satu hari tertentu di antara hari-hari lainnya. Sehingga, hari apa pun kita beribadah, tidak menjamin ibadah kita diterima atau ditolak Allah.

Orang Kristen beribadah pada hari Minggu, yaitu hari pertama dari sepekan. Kebiasaan ini telah terjadi sejak gereja di Perjanjian Baru. Karakteristik ibadah Kristen banyak menyerap unsur yang ada di ritus Yudaisme, meskipun terdapat pula beberapa kekhasan. Kekhasan itu khususnya didasarkan pada peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan Kristus. “Kalender Kristen” dengan demikian sangatlah Christ-
 centered.

Ada masalah di sini. Jika Yesus dari Nazaret itu adalah Mesias, penggenap nubuat Perjanjian Lama, maka mengapa para pengikut-Nya tidak mematuhi hukum ke-4, “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat”? Mengapa mereka beribadah di hari pertama, bukan hari ketujuh, seperti yang diperintahkan Tuhan di dalam loh hukum Taurat-Nya? Bukankah Yesus pun rajin beribadah di sinagoga tiap-tiap Sabat? Ia sendiri bersabda, satu titik pun dari Taurat tidak akan dihapuskan sebelum semuanya tergenapi (lih Mat. 5:18) , lalu apa pembenaran bahwa ibadah Kristen dilakukan pada hari Minggu? Penting untuk disimak pula, bahwa para rasul—yang nota bene adalah orang-orang Yahudi—mereka pun tetap setia melakukan ibadah pada hari Sabat. Tak satu pun di antara mereka yang memerintahkan untuk menyucikan hari Sabat, bukan?

Inilah inti protes yang dilancarkan oleh para pengikut Gereja Adven Hari Ketujuh. Ditengarai oleh perdebatan sengit mengenai hari ibadah pada tahun 200-an M., maka pada tahun 300-an M., Gereja Katolik Roma meresmikan hari Minggu sebagai hari ibadah. Mereka malahan menyangka, bahwa pengubahan hari untuk umat beribadah itu adalah akal bulus dari Katolik Roma dan imperium Roma, melalui persidangan yang diratifikasi oleh Kaisar Konstantinus. Klop sudah. Gereja berkolaborasi dengan negara, sehingga benarlah perkataan cuius regio, ius religio. Siapa yang menjadi raja, dialah yang berhak menentukan agama. Gereja, dari tahun 538 – 1890, telah mengkhianati iman yang murni, yang diperintahkan sendiri oleh Yahweh.

Maka, bagaimanakah kita memahami alasan untuk beribadah kepada Tuhan Allah pada hari pertama? Apakah kita telah disesatkan? Apakah kita telah dibelokkan menuju sebuah iman yang asing dari kebenaran Alkitab?

Kembali ke Alkitab

Adalah benar, bahwa di PB, tidak ada perintah untuk menaati hari pertama itu sebagai hari ibadah untuk umat Kristen. Dalam pada itu, hari pertama di satu pekan itu diindikasikan telah menjadi waktu bagi jemaat untuk menyembah Tuhan, sebagai ganti hari Sabat Yahudi.

Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. (Kis. 20:7)

Orang Adven Hari Ketujuh menafsirkan ayat ini demikian. Orang Kristen dapat melakukan Perjamuan Kudus di luar hari ibadah (Sabat), dengan dasar seperti yang dikatakan dalam Kis. 2:41-47

Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (ay. 42b)

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati. (ay. 46)

Ada indikasi, bila di Bait Allah di Yerusalem, mereka melakukan ibadah, tetapi bila di rumah-rumah jemaat, mereka mengadakan persekutuan untuk memecahkan roti Perjamuan Kudus. Harus diingat, perkataan “mereka berkumpul tiap-tiap hari” hanya dituliskan di sini. Pada bagian yang berparalel, yaitu 4:32-35, tidak disebutkan lagi bahwa mereka mengadakan persekutuan tiap-tiap hari. Tetapi hal yang meleset dari pengamatan kaum Adven adalah, bahwa mereka berkumpul tiap-tiap hari di Bait Allah. Bukan setiap hari Sabat atau hari tertentu! Jika demikian, bukankah seharusnya orang Kristen pun mengikuti teladan gereja mula-mula ini?

Lebih-lebih, di dalam Kisah Para Rasul, kita melihat ada peristiwa-peristiwa yang tidak melulu harus dapat diulangi. Peristiwa Pentakosta, misalnya. Roh Allah hanya sekali dicurahkan (Kis. 2:1-40). Mengenai hari untuk beribadah, disebutkan di 20:7 bahwa jemaat telah mengadakan persekutuan pada hari pertama. Hendaklah kita camkan baik-baik, tidak dikatakan lagi bahwa Paulus tiap-tiap hari berkumpul untuk memecahkan roti bersama jemaat! Hari pertama, telah menjadi hari beribadah untuk orang Kristen.

Perhatikan pula kutipan ayat di bawah ini,

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu, hendaklah kamu masing-masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang (1Kor. 16:2)

Paulus menasihati jemaat Korintus yang melimpah dengan beragam karunia dan berkat, untuk menyisihkan kepunyaan untuk dikumpulkan pada hari pertama. Mengapa hari pertama? Sebab pada hari itu, jemaat mengadakan persekutuan.

Pertanyaan, mengapa terjadi pegeseran dari hari Sabat ke hari Minggu? Dari penyelidikan sederhana Alkitab di atas, kita telah mendapatkan indikasi adanya pergeseran, jauh sebelum Katolik Roma mengubah hari ibadah orang Israel. Tetapi marilah kita kembali melacak alasannya dari Alkitab.

Memang benar, para rasul, termasuk Paulus, selalu hadir dalam ibadah Sabat di sinagoga (mis. Kis. 13:14, 42, 44). Akan tetapi sedini itu pula, tantangan datang kepada para rasul. Paulus dan Barnabas dianiaya dan diusir dari Antiokhia (ay. 50). Selanjutnya, orang-orang Yahudi menolak pemberitaan mereka dan menghasut orang-orang yang tidak mengenal Allah (bukan orang Yahudi). Akhirnya kedua pihak bersekongkol untuk menyiksa dan melempari kedua rasul dengan batu. Mereka berdua pindah ke Listra, tapi orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium serasa tak puas dengan agresi mereka, mereka menyebarkan pengaruh ke Listra (14:19). Mereka melempari Paulus sampai sekarat.

Memang benar, para rasul dan jemaat mula-mula rajin beribadah di hari Sabat. Kendati begitu, mereka menghadapi tantangan ekstrenal, yaitu dari orang-orang Yahudi yang sangat membenci mereka. Mereka diusir dari rumah ibadah. Dapat kita pastikan, itulah yang terjadi pula terhadap jemaat. Di Kis. 8:1b bahkan telah dijabarkan, bahwa mulai terjadi penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem, sehingga mereka harus terserak ke luar Yerusalem.

Kita dapat saksikan, bukan kebencian orang Kristen terhadap orang Yahudi, sebaliknya, orang Yahudilah yang sangat membenci keberadaan orang Kristen. Mereka pun melarang orang-orang Kristen untuk “mengopi” ritus ibadah mereka; termasuk perkumpulan di sinagoga yang diadakan tiap-tiap hari Sabat. Orang Kristen tidak mendapatkan tempat di rumah ibadah Yahudi.

Itulah sebabnya, mengapa orang Kristen kemudian mengusung ibadah mereka pada hari Minggu. Mereka mengadopsi sebagian besar unsur ritual Yudaisme, tetapi melihatnya dari cara pandang Kristologi.

Istilah “Hari Tuhan” (Yun. kuriakē hēmēra; Ing. the Lord’s Day; Por. Domingo) paling gamblang ditemukan di Wahyu 1:10. Di PL, kata “hari TUHAN” (Ibr. yôm YHWH), menunjuk kepada hari penghakiman akhir yang tidak berpihak. Tetapi kata ini dapat pula berarti hari perayaan bertakhtanya Yahweh pada perayaan tahun baru. Selain mengadopsi pemahaman ekstaologis (akhir zaman) di atas (mis. 2 Ptr. 3:1-13). di tulisan-tulisan awal umat Kristen, “hari Tuhan” mengindikasikan hari Minggu, hari pertama di tiap pekan.

Sumber :
1. http://www.websejarah.com/2013/06/sejarah-mengapa-umat-agama-kristen.html
2. http://www.isadanislam.com/kepercayaan-orang-kristen/mengapa-umat-kristen-beribadah-pada-hari-minggu
SelengkapnyaSejarah Mengapa Umat Agama Kristen Beribadah Pada Hari Minggu