Sejarah Awal Berdiri Negara Bahrain (Kerajaan Bahrain) - Kerajaan Bahrain merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di Teluk Persia yang tidak mempunyai perbatasan. Teluk Bahrain memisahkan negara ini dengan Qatar dan Arab Saudi. Tetangga negara ini adalah, Arab Saudi yang terletak di sebelah barat dan disambungkan ke Bahrain melalui Tambak Raja Fahd yang dibuka secara resmi pada 25 November 1986 dan Qatar di sebelah selatan menyeberangi Teluk Persia.
Bahrain mempunyai arti Dua Lautan sebagai bagian dari peradaban kuno “Dilmun”. Karena letaknya yang strategis, sejak 3000 tahun SM sudah dikenal oleh bangsa-bangsa lain seperti Yunani, Mesopotamia, Mesir, Assyria dan India. Dalam perkembangan selanjutnya Bahrain menjadi tempat persinggahan dan penghubung utama perdagangan antara Sumeria dan Lembah Indus.
Sejak akhir abad 18, Bahrain telah diperintah oleh keluarga Al Khalifa yang masih satu keturunan dengan suku bani Utbah yang menguasai Bahrain sejak abad ke-18.
Tahun 1820, Bahrain di bawah pimpinan Shaikh Sulman dan Abdullah menandatangani perjanjian dengan Inggris yang dikenal dengan “The General Treaty of Peace”. Perjanjian menyebutkan bahwa penguasa Bahrain tidak dibenarkan mengatur teritorial kecuali dengan Inggris dan tidak diperbolehkan memiliki hubungan dengan pemerintahan asing manapun tanpa ijin dari Inggris. Sementara itu Inggris berjanji akan melindungi Bahrain dari segala agresor.
Sejak akhir abad 18, Bahrain telah diperintah oleh keluarga Al Khalifa yang masih satu keturunan dengan suku bani Utbah yang menguasai Bahrain sejak abad ke-18.
Tahun 1820, Bahrain di bawah pimpinan Shaikh Sulman dan Abdullah menandatangani perjanjian dengan Inggris yang dikenal dengan “The General Treaty of Peace”. Perjanjian menyebutkan bahwa penguasa Bahrain tidak dibenarkan mengatur teritorial kecuali dengan Inggris dan tidak diperbolehkan memiliki hubungan dengan pemerintahan asing manapun tanpa ijin dari Inggris. Sementara itu Inggris berjanji akan melindungi Bahrain dari segala agresor.

Sejarah Tambahan :
Bahrain telah ditempati oleh manusia sejak zaman pra-sejarah. Lokasinya yang strategis di Teluk Persia telah berpengaruh bagi orang-orang Assyria, Babilonia, Yunani, Persia, dan terakhir sekali Arab (penduduknya kemudian menjadi Muslim). Bahrain pada zaman silam dikenal sebagai Dilmun , Tylos (nama Yunaninya), Awal, malah Mishmahig sewaktu dibawah pemerintahan Kesultanan Persia.
Pulau-pulau di Bahrain yang terletak di tengah-tengah sebelah selatan Teluk Persia berhasil menarik penjajah sepanjang sejarah. Bahrain dalam Bahasa Arab berarti "Dua Laut". Hal ini merujuk pada fakta yang pulau ini mempunyai dua sumber air berbeda, air tawar yang muncul dari dalam tanah dan air asin yang mengelilinginya.
Sebagai sebuah pulau yang strategis yang berada di antara Timur dan Barat, tanah yang subur, dan air tawar berlimpah, dan tempat penyelam mencari mutiara telah menjadikan Bahrain pusat pemukiman sepanjang. Selama 2300 tahun, Bahrain menjadi pusat perdagangan dunia di antara Mesopotamia (sekarang Irak) dan Lembah Indus (sekarang sebuah wilayah di India). Adalah peradaban Delmon yang mempunyai kaitan erat dengan Peradaban Sumeria pada abad ke-3 SM. Bahrain menjadi bagian dari Babilon lebih kurang pada tahun 600 SM. Catatan-catatan sejarah menunjukkan Bahrain dikenal melalui pelbagai julukan yang di antaranya "Mutiara Teluk Persia".
Bahrain hingga tahun 1521 terdiri dari daerah Ahsa (yang lebih besar), Qatif (keduanya kini menjadi provinsi timur Arab Saudi), serta Awal (kini pulau Bahrain). Daerah Bahrain terbentang hingga (kini) Kuwait hingga Oman dan dinamakan Provinsi Bahrain (atau Iqlim Al-Bahrain). Namun pada 1521, kedatangan Portugis telah memisahkan Awal (kini Bahrain) dengan daerah lainnya dan hingga kini Bahrain dikenal sebagai wilayah yang dikenal sekarang.
Dari abad ke-16 Masehi hingga tahun 1743, pemerintahan Bahrain sentiasa berubah-ubah di antara Portugis dan Persia. Akhirnya, Sultan Persia, Nadir Shah menguasai Bahrain dan atas alasan politik mendukung mayoritas Syiah. Pada lewat abad ke-18 Masehi Keluarga Al-Khalifah mengambil alih pulau ini. Untuk menjaga agar pulau ini tidak jatuh kembali ke tangan Persia, mereka menjalin persahabatan dengan Britania Raya dan menjadi negeri dibawah naungan Britania.
Minyak ditemukan pada tahun 1931 dan sejak itu Bahrain dibangun dan mengalami modernisasi pesat. Hal ini juga menjadikan hubungan dengan Britania Raya lebih baik dan dibuktikan dengan makin banyaknya pangkalan-pangkalan Inggris yang pindah ke pulau tersebut. Pengaruh menguat seiring dengan makin berkembangnya negara ini, puncaknya saat Charles Belgrave dilantik menjadi penasihat. Belgrave kemudian mengukuhkan sistem pendidikan modern sebagai bagian pendidikan di Bahrain.
Setelah Perang Dunia II, sentimen anti-Inggris menguat di wilayah-wilayah Arab dan mengakibatkan terjadinya kerusuhan di Bahrain. Pada tahun 1960-an, pihak Inggris menyerahkan masa depan Bahrain pada Arbitrase internasional dan meminta agar PBB mengambil alih tanggung jawab. Pada tahun 1970, Iran terus menerus menuntut haknya terhadap Bahrain dan pulau-pulau lain di Teluk Persia, namun salah satu perjanjian dengan pihak Britania Raya, mereka kemudian setuju untuk tidak meneruskan tuntutannya terhadap Bahrain jika tuntutan (Iran) lainnya dikabulkan.
Britania Raya mundur dari Bahrain pada bulan Agustus 1971, menjadikan Bahrain sebagai sebuah negara 'merdeka'. Peningkatan harga minyak pada tahun 1980-an sangat menguntungkan Bahrain, namun harga minyak yang turun drastis malah tidak terlalu mengguncang perekonomian walaupun terasa sulit. Hal ini mengakibatkan sektor ekonomi dipaksa berkembang dan bervariasi.
Setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, tokoh Syiah Bahrain pada tahun 1981 melancarkan perebutan kekuasaan. Walau bagaimanapun, percobaan mereka gagal. Pada tahun 1994, kerusuhan demi kerusuhan dilakukan oleh golongan Syiah yang tidak puas dengan ketidakadilan pemerintahan.
Pada bulan Maret 1999, Hamad ibn Isa al-Khalifah menggantikan ayahandanya sebagai kepala negara. Ia menjalankan pelbagai perubahan, di antaranya; memberi hak pilih kepada kaum wanita dan membebaskan semua tahanan politik. Bahrain hingga hari ini merupakan anggota Liga Arab.
Pulau-pulau di Bahrain yang terletak di tengah-tengah sebelah selatan Teluk Persia berhasil menarik penjajah sepanjang sejarah. Bahrain dalam Bahasa Arab berarti "Dua Laut". Hal ini merujuk pada fakta yang pulau ini mempunyai dua sumber air berbeda, air tawar yang muncul dari dalam tanah dan air asin yang mengelilinginya.
Sebagai sebuah pulau yang strategis yang berada di antara Timur dan Barat, tanah yang subur, dan air tawar berlimpah, dan tempat penyelam mencari mutiara telah menjadikan Bahrain pusat pemukiman sepanjang. Selama 2300 tahun, Bahrain menjadi pusat perdagangan dunia di antara Mesopotamia (sekarang Irak) dan Lembah Indus (sekarang sebuah wilayah di India). Adalah peradaban Delmon yang mempunyai kaitan erat dengan Peradaban Sumeria pada abad ke-3 SM. Bahrain menjadi bagian dari Babilon lebih kurang pada tahun 600 SM. Catatan-catatan sejarah menunjukkan Bahrain dikenal melalui pelbagai julukan yang di antaranya "Mutiara Teluk Persia".
Bahrain hingga tahun 1521 terdiri dari daerah Ahsa (yang lebih besar), Qatif (keduanya kini menjadi provinsi timur Arab Saudi), serta Awal (kini pulau Bahrain). Daerah Bahrain terbentang hingga (kini) Kuwait hingga Oman dan dinamakan Provinsi Bahrain (atau Iqlim Al-Bahrain). Namun pada 1521, kedatangan Portugis telah memisahkan Awal (kini Bahrain) dengan daerah lainnya dan hingga kini Bahrain dikenal sebagai wilayah yang dikenal sekarang.
Dari abad ke-16 Masehi hingga tahun 1743, pemerintahan Bahrain sentiasa berubah-ubah di antara Portugis dan Persia. Akhirnya, Sultan Persia, Nadir Shah menguasai Bahrain dan atas alasan politik mendukung mayoritas Syiah. Pada lewat abad ke-18 Masehi Keluarga Al-Khalifah mengambil alih pulau ini. Untuk menjaga agar pulau ini tidak jatuh kembali ke tangan Persia, mereka menjalin persahabatan dengan Britania Raya dan menjadi negeri dibawah naungan Britania.
Minyak ditemukan pada tahun 1931 dan sejak itu Bahrain dibangun dan mengalami modernisasi pesat. Hal ini juga menjadikan hubungan dengan Britania Raya lebih baik dan dibuktikan dengan makin banyaknya pangkalan-pangkalan Inggris yang pindah ke pulau tersebut. Pengaruh menguat seiring dengan makin berkembangnya negara ini, puncaknya saat Charles Belgrave dilantik menjadi penasihat. Belgrave kemudian mengukuhkan sistem pendidikan modern sebagai bagian pendidikan di Bahrain.
Setelah Perang Dunia II, sentimen anti-Inggris menguat di wilayah-wilayah Arab dan mengakibatkan terjadinya kerusuhan di Bahrain. Pada tahun 1960-an, pihak Inggris menyerahkan masa depan Bahrain pada Arbitrase internasional dan meminta agar PBB mengambil alih tanggung jawab. Pada tahun 1970, Iran terus menerus menuntut haknya terhadap Bahrain dan pulau-pulau lain di Teluk Persia, namun salah satu perjanjian dengan pihak Britania Raya, mereka kemudian setuju untuk tidak meneruskan tuntutannya terhadap Bahrain jika tuntutan (Iran) lainnya dikabulkan.
Britania Raya mundur dari Bahrain pada bulan Agustus 1971, menjadikan Bahrain sebagai sebuah negara 'merdeka'. Peningkatan harga minyak pada tahun 1980-an sangat menguntungkan Bahrain, namun harga minyak yang turun drastis malah tidak terlalu mengguncang perekonomian walaupun terasa sulit. Hal ini mengakibatkan sektor ekonomi dipaksa berkembang dan bervariasi.
Setelah terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, tokoh Syiah Bahrain pada tahun 1981 melancarkan perebutan kekuasaan. Walau bagaimanapun, percobaan mereka gagal. Pada tahun 1994, kerusuhan demi kerusuhan dilakukan oleh golongan Syiah yang tidak puas dengan ketidakadilan pemerintahan.
Pada bulan Maret 1999, Hamad ibn Isa al-Khalifah menggantikan ayahandanya sebagai kepala negara. Ia menjalankan pelbagai perubahan, di antaranya; memberi hak pilih kepada kaum wanita dan membebaskan semua tahanan politik. Bahrain hingga hari ini merupakan anggota Liga Arab.
Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bahrain
2. http://angkringan.org/showthread.php?tid=42594
Artikel Terkait
Sejarah Dunia
- Sejarah dan Penemuan Kaca Mata
- Sejarah Berdiri Perusahaan Suzuki
- Sejarah Makanan Khas Empek-Empek Palembang
- Sejarah Berdiri Negara Singapura
- Sejarah Makanan/Masakan Rendang Minangkabau
- Sejarah dan Penemu Alat Penangkal Petir
- Sejarah Berdiri Negara Amerika Serikat
- Sejarah Negara Republik Argentina
- Sejarah Negara Republik Uruguay
- Sejarah Makanan Tinutuan / Bubur Manado
- Sejarah Awal Mula Berdiri Kota Palembang
- Sejarah Adanya Olahraga-Permainan Rugby
- Sejarah Olahraga Bulu Tangkis (Badminton)
- Sejarah Perkembangan Video Tape Recorder
- Sejarah Awal Mula Adanya Tas Di Dunia
- Sejarah SEA Games (Pesta Olahraga Asia Tenggara)
- Sejarah Kota Dumai, Riau
- Sejarah Adanya Mesin Cuci Di Dunia
- Sejarah Perkembangan Buku di Dunia dan Indonesia
- Sejarah Asal Usul Adanya Sepatu di Dunia
- Sejarah Adanya Alat Musik Drum di Dunia
- Sejarah Perusahaan Amazon.com Penjualan Online
- Sejarah Perusahaan Rokok PT.Sampoerna
- Sejarah Berdiri Perusahaan Mitsubishi Motors
- Sejarah Awal Mula Berdiri Perusahaan Adidas
Sejarah Negara
- Sejarah Berdiri Kota Gorontalo
- Sejarah Berdiri Negara Singapura
- Sejarah Berdiri Negara Amerika Serikat
- Sejarah Negara Republik Argentina
- Sejarah Negara Republik Uruguay
- Sejarah Awal Mula Berdiri Kota Palembang
- Sejarah Awal Berdiri Negara Jerman
- Sejarah Awal Berdiri Negara Jepang
- sejarah Awal Berdiri Negara Arab Saudi
- Sejarah berdiri Negara Thailand (Bangkok)
- Sejarah Berdiri Negara Palestina (Palestin)
- Sejarah Awal Berdiri Negara Turki
- Sejarah Awal Berdiri Kota Lampung (Bandar Lampung)
- Sejarah Terbentuk/Berdiri Kota Makassar
- Sejarah Awal Berdiri Negara China
- Sejarah Awal Berdiri Negara Perancis (France)
- Sejarah Awal Berdiri Negara Iran
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Spanyol (Spain/España)
- Sejarah Awal Berdiri Lubang Jepang Di Kota Bukittinggi (Sumbar)
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Belanda
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Rusia
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Italia
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Ukraina
- Sejarah Awal Berdirinya Negara Australia
0 komentar... Baca dulu, baru komentar
Posting Komentar